Aidil-Adha dari Seberang Laut China Selatan..

>> Friday, November 27




Selamat Hari Raya Aidil Adha buat semua pembaca Pena Mujahid dan mohon maaf zahir dan batin saya ucapkan kepada semua

Khusus buat ayahanda dan bonda di Baling, salam aidiladha diucapkan dari anakandamu yang kejauhan, jutaan terima kasih juga buat ayahnda yang sudi membuat korban untuk anakandamu ini sekeluarga.

Juga buat isteri tercinta dan juga anakanda Aisyah Safiyya yang sekarang di Kajang, Kakanda mohon maaf atas semua salah dan silap. Sungguh Raya kali ini menggamit seribu kerinduan, walaupun ini bukan kali pertama kita tak beraya bersama..Ku menanti mu..

Juga buat ikhwah dan akhwat, teman teman dan sahabat sahabat unimas, KmPk, MMAS, MMCY, kampung halaman dan semua yang pernah mengenali saya..saya mohon maaf zahir dan batin

Untuk terakhirnya, marilah kita menghayati sirah perjuangan Sayyiduna Ibrahim a.s, pengorbanan, kesabaran dan keteguhan iman Ibrahim a.s dan keluarga, Hajar,Sarah, Ismail dan Ishaq.Saya tak dapat membayangkan bagaimana perasaan sayyiduna Ibrahim a.s ketika itu, diminta meninggalkan anak dan isteri di tengah padang pasir setelah lama berhajatkan anak (rujuk Al quran 14: 37-40), namun mengenangkan itu perintah Allah, langsung beliau melaksanakannya tanpa banyak persoalan. Pengorbanan, ya pengorbanan seorang hamba memenuhi perintah Rabbnya

Tapi, itu bukan puncak pengorbanan Ibrahim dan keluarganya. Puncak pengorbanan itu datang dalam bentuk perintah yang lebih tidak masuk akal lagi dari sebelumnya. Ibrahim diperintah untuk menyembelih Ismail (rujuk al Quran, Ash-Shaaffat: 102-109).

Subhanallah, pengorbanan apa lagi yang lebih hebat dari itu, pengorbanan seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya yang telah lama ditinggalkannya. Akhirnya, Allah menukar ganti Ismail dengan Kibas. Ternyata, itu hanya dugaan Allah buat khalil-NYA, tujuan untuk menjadi ibrah buat seantero dunia.

Jadi, apa natijahnya dari pengorbanan Ibrahim a.s

PENGORBANAN MENATIJAHKAN KEBERKAHAN

Ya, keberkahan..

Apa keberkahannya?

Ibrahim menjadi orang yang paling dicintai Allah, khalilullah, imam, abul anbiya (bapak para nabi), hanif, sebutan yang baik, kekayaan harta yang melimpah ruah, dan banyak lagi. Bahkan kata uswah (keteladanan) dalam Al-Qur’an hanya ditujukan pada dua tokoh nabi yang sangat mulia, Nabi Ibrahim a.s. (Mumtahanah: 4,6) dan Nabi Muhammad saw. (Al-Ahzab: 21). Demikian juga gelar khalilullah (kekasih Allah) hanya disandang oleh kedua nabi tersebut. Begitu juga shalawat yang diajarkan Rasulullah saw. pada umatnya hanya bagi dua nabi dan keluarganya. Pilihan Allah ini sangat terkait dengan risalah yang telah dilakukan oleh keduanya dengan sangat sempurna.

Subhanallah, hebatnya keberkahan orang yang berkorban, tidak cukup dengan itu dari pengorbanan Ibrahim dan keluarganya, Kota Makkah dan sekitarnya menjadi pusat ibadah umat manusia sedunia. Sumur Zamzam (air minum Ismail a.s) yang penuh berkah mengalir di tengah padang pasir dan tidak pernah kering. Dan puncak keberkahan dari itu semua adalah dari keturunannya lahir seorang manusia pilihan: Muhammad saw., nabi yang menjadi rahmatan lil’alamiin.

Maka, pasti PENGORBANAN MENATIJAHKAN KEBERKAHAN.

Lalu, bagaimana kita, bersediakah kita berkorban?, bersediakan kita berkorban meninggalkan keinginan syahwat dunia hanya semata menyahut panggilan Ilahi dan meraih keberkahan hidup di sisi-NYA

Salam Aidil Adha

Abu Redha
Kota samarahan, Sarawak

10 Zulhijjah 1430H

Sekadar gambar kenangan di Hari Raya pertama Aidil Adha

Bersilaturrahmi di rumah akhi azrin

Sesi melapah daging lembu

Team melapah Unimas

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP