Puisi Harapan

>> Wednesday, February 9

Nyanyian ombak jelas kedengaran
lautan terbentang tanda keagungan
nun jauh ke tengah lautan ku memandang
Subhanallah! ciptaan Tuhan tiada tandingan

Batu batu besar berserakan
dihempas ombak bertaburan
ku masih merenung nun ke tengah lautan
tiba tiba, ku rasa diriku dirundung keresahan

Resah?

Ya, resah, tapi resahku bukan tanda kelemahan
cuma sedih terkenangkan generasiku sekarang
rempit, dadah, buang anak, gay, sudah jadi kebiasaan
sungguh sesak nafasku mengenang

Ku masih merenung nun ke tengah lautan
hamparan kosong terbentang seolah tiada tepian
banjaran gunung tersergam indah dipasak diatas lantaian lautan
Subhanallah! Hebat! monologku sendirian

Harapan!
Ya, harapan!, suara kecilku menjerit perlahan
disebalik keresahan, rupanya ada harapan tersimpan
harapan apa?
melihat bangsaku kembali berjuang

Ku masih merenung nun ke tengah lautan
betul ke harapan atau cuma angan angan?
monologku sendirian
kalau harapan ada tindakan
kalau angan angan?!..

Harapannn!!
Jeritanku kali ini mengumpul kekuatan
inginku jelaskan, cita citaku bukan angan angan
aku anak harapan
bangsaku, bangsa harapan
agamaku harapan manusia keseluruhan

Betul ke bangsaku bangsa harapan?!
bisikan syaitan menalar ulang

Ku masih merenung nun jauh ke tengah lautan
indahnya memang tiada tandingan
dipayung langit kebiruan, dipasak ombak berderuan
Subhanallah! agung benar ciptaan tuhan

Hedonisme datang menyerang segenap ruang
punca bangsaku 'lembek', hidup tak bertujuan
sisa hidupku akan ku pertaruhkan
mengeluarkan bangsaku dari belenggu kelalaian

Oh Tuhan! pertolongan MU ku dambakan

Apa apa pun..

Aku anak pejuang
bangsaku, bangsa berjuang
Syahid Ibrahim Libya bukti kekuatan
Syahid Tok Janggut bukti bangsaku bukan bangsa murahan

Demi agama, aku menyeru
wahai saudara saudaraku, bangkitlah berjuang
lepaskan dirimu dari nafsu murahan
mengejar cinta hamba bertuhan

Ku masih merenung nun ke tengah lautan
kabus malam kian menghilang
sinar mentari mula menerang
seiring semangat jiwaku yang kian menyala terang
Demi Tuhan, akan ku buktikan
bangsaku, bangsa HARAPAN

Nukilan oleh

PENA MUJAHID
Kem Alapong, Lundu, Sarawak
30 Jan 2011
MIS '11


0 comments:

Post a Comment

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP